Siti Kurniawati, seorang perempuan tangguh asal Kepulauan Riau, telah membuktikan bahwa usaha peternakan dan pertanian bisa menjadi sumber rezeki dan kesempatan bagi siapa saja yang mau berusaha. Bersama keluarga dan timnya, ia mendirikan Kurniawati Batam Farm, sebuah peternakan modern yang kini menjadi inspirasi banyak orang di Batam dan sekitarnya.
Kisah sukses Kurniawati Batam Farm dimulai dari mimpi sederhana Siti Kurniawati. Pada tahun 2018, ia bersama suami dan anak-anaknya mulai merintis usaha peternakan ayam dan pengolahan telur di kawasan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. Awalnya, mereka hanya memiliki sekitar 200 ekor ayam petelur dan menempati lahan kecil milik keluarga.
Tantangan terbesar di awal usaha adalah modal yang terbatas dan kurangnya pengalaman dalam bidang peternakan. Namun, Siti tidak menyerah. Ia rajin mencari informasi, mengikuti pelatihan peternakan dari Dinas Pertanian, serta memperbanyak jaringan dengan peternak lain di Batam. Kesungguhan dan ketekunan inilah yang menjadi landasan utama keberhasilan Batam Farm.
Setelah mendapat ilmu dari pelatihan dan memperbaiki manajemen peternakan, perlahan Batam Farm mulai berkembang. Pada tahun 2019, jumlah ayam petelur bertambah menjadi 500 ekor. Siti Kurniawati melakukan inovasi dengan menerapkan pola pemeliharaan kandang tertutup dan teknologi pemberian pakan otomatis. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas telur.
Tidak hanya berfokus pada peternakan ayam petelur, Kurniawati Batam Farm juga mengembangkan sektor pertanian. Mereka memanfaatkan lahan di sekitar kandang untuk menanam sayuran organik seperti bayam, kangkung, dan cabai. Hasilnya, kebutuhan pakan hijauan untuk ayam terpenuhi dan produk-produk pertanian organik dapat dijual ke pasar.
Siti menyadari bahwa pemasaran adalah kunci utama keberlanjutan usaha. Ia mulai memanfaatkan media sosial, membangun branding Batam Farm, serta menjalin kerja sama dengan toko-toko dan warung di Batam. Selain itu, Batam Farm aktif mengikuti pameran UMKM dan pertanian di Kepulauan Riau untuk meningkatkan jaringan dan mengenalkan produk ke masyarakat lebih luas.
Batam Farm juga membuka layanan penjualan langsung ke konsumen melalui toko online sederhana dan aplikasi pesan antar. Respons positif dari pelanggan membuat usaha semakin berkembang. Dari hasil penjualan, Siti Kurniawati mampu meningkatkan kualitas kandang, membeli bibit ayam berkualitas dan membayar tenaga kerja lokal.
Salah satu keunikan Batam Farm adalah perhatian besar pada lingkungan. Siti Kurniawati menerapkan prinsip pertanian dan peternakan berkelanjutan, seperti memanfaatkan limbah organik untuk pupuk dan pakan tambahan. Ia juga mengajak masyarakat sekitar untuk mengikuti pelatihan budidaya ayam dan sayuran organik, sehingga muncul kelompok-kelompok tani dan peternak binaan.
"Saya ingin Batam Farm bukan hanya tempat usaha, tapi juga tempat belajar dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Semoga pengalaman saya bisa menginspirasi ibu-ibu dan pemuda di Batam untuk berani memulai usaha," ujar Siti Kurniawati dalam salah satu wawancara.
Berkat kerja keras dan inovasi tak henti, Batam Farm kini dikenal sebagai peternakan modern di Batam. Beberapa prestasi yang diraih antara lain:
Batam Farm kini memiliki lebih dari 1.500 ekor ayam petelur, lahan pertanian seluas 2 hektar, dan 18 orang tenaga kerja tetap. Produk-produk Batam Farm telah menembus pasar supermarket besar di Batam dan juga menjadi pemasok utama telur di kawasan Nongsa.
Siti Kurniawati tidak hanya menjadi pengusaha sukses, tapi juga figur inspiratif untuk perempuan di Kepulauan Riau. Ia aktif memberikan pelatihan dan motivasi bagi ibu rumah tangga, membantu mereka memulai usaha kecil bidang peternakan dan pertanian. Melalui program “Wanita Mandiri”, Batam Farm telah membantu puluhan ibu rumah tangga membangun usaha peternakan mini di lingkungannya masing-masing.
Kegiatan sosial Batam Farm seperti pelatihan pembuatan pupuk organik, budidaya ayam petelur, dan pemasaran produk UMKM membuat Siti Kurniawati diundang sebagai narasumber di seminar dan talkshow di Batam dan Tanjung Pinang. Ia sering menekankan pentingnya integritas dan kerja keras dalam membangun usaha, serta terus mendorong kaum perempuan untuk percaya diri dan gigih menghadapi tantangan.
Dalam beberapa tahun ke depan, Siti Kurniawati berharap Batam Farm bisa berkembang menjadi sentra peternakan dan pertanian organik di Kepulauan Riau. Ia berencana mendirikan pusat pelatihan, membangun fasilitas pengolahan telur dan sayuran, serta memperluas pemasaran ke kota-kota lain seperti Tanjung Balai dan Karimun.
Optimisme dan semangat muda Siti Kurniawati menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia bisa mandiri dan sukses di bidang pertanian. Batam Farm, yang dulunya hanya usaha kecil, kini telah memberi manfaat besar untuk banyak orang, membuka lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat sekitar.
Kisah Siti Kurniawati bersama Kurniawati Batam Farm membuktikan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Kerja keras, inovasi, dan komitmen pada pemberdayaan masyarakat menjadi kunci utama perjalanan sukses ini. Kisahnya adalah inspirasi bagi generasi muda dan perempuan Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau, untuk berani mencoba, berinovasi, dan membangun usaha dari hal-hal sederhana.
Batam Farm bukan hanya menjadi pusat produksi telur dan sayuran organik, tapi juga menjadi tempat belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Siti Kurniawati telah menjadi contoh nyata bahwa dengan tekad dan semangat, kesuksesan bisa diraih, sekalipun berasal dari tempat dan kondisi yang sederhana.