Lianto, seorang pria berdarah Tionghoa-Indonesia asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, tidak pernah menyangka bahwa bisnis rotinya akan berkembang pesat. Kisah sukses Lianto dimulai pada tahun 2004, ketika ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tetap dan membuka usaha bakery kecil di sudut rumahnya. Inspirasi utama datang dari keahlian ibunya, yang selama bertahun-tahun membuat kue dan roti tradisional untuk keluarga serta tetangga sekitar.
Pada awalnya, Lianto Bakery hanya melayani pesanan roti manis dan kue basah untuk acara keluarga dan tetangga. Dengan modal terbatas, Lianto merintis usaha ini bersama keluarganya tanpa bantuan profesional. Ia percaya bahwa kejujuran dalam menjaga kualitas rasa serta pelayanan yang ramah adalah kunci utama untuk menarik pelanggan.
Perjalanan Lianto Bakery tidak selalu berjalan mulus. Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari keterbatasan modal, bahan baku yang terkadang sulit didapatkan, hingga persaingan dengan bakery modern yang sudah mapan di Tanjung Pinang. Namun, Lianto tidak menyerah. Ia terus menambah pengetahuan tentang pembuatan roti melalui buku, pelatihan, hingga belajar langsung dari ahli bakery di luar daerah.
Strategi yang Lianto terapkan terbukti efektif. Ia fokus pada inovasi produk, menawarkan berbagai varian roti lokal dan internasional yang belum banyak ditemukan di Kepulauan Riau. Selain itu, Lianto aktif membangun relasi dengan para supplier, sehingga bisa mendapatkan bahan-bahan berkualitas tinggi dengan harga bersaing.
Perlahan tapi pasti, Lianto Bakery mulai dikenal masyarakat Kepulauan Riau sebagai toko roti yang menyediakan produk fresh setiap hari. Pelanggan tidak hanya berasal dari Tanjung Pinang, namun juga dari daerah sekitarnya seperti Batam, Bintan, dan Karimun.
Salah satu terobosan Lianto adalah mengembangkan menu roti dan kue khas daerah, seperti roti gambang, kue lapis, serta kue-kue tradisional Melayu. Produk-produk ini dikembangkan dengan resep unik, sehingga menjadi oleh-oleh khas Kepulauan Riau. Bahkan, pada musim Libur Lebaran atau Natal, pesanan melonjak hingga tiga kali lipat dari rata-rata hari biasa.
Keberhasilan Lianto Bakery tidak lepas dari budaya kerja yang diterapkan. Lianto menanamkan semangat kekeluargaan, disiplin, dan integritas kepada seluruh karyawan. Setiap anggota tim dilatih untuk menjaga kualitas produk, memahami kebutuhan pelanggan, dan berperan aktif dalam menghadirkan suasana toko yang nyaman.
Lianto juga membuka peluang kerja bagi anak muda di Tanjung Pinang dan sekitarnya. Ia memberikan pelatihan keterampilan pembuatan roti hingga edukasi keuangan sederhana agar pekerja bisa berkembang baik secara profesional maupun pribadi. Banyak mantan pegawai Lianto Bakery yang akhirnya berani membuka usaha bakery sendiri, sehingga turut mengembangkan industri kuliner di Kepulauan Riau.
Untuk menghadapi zaman yang serba digital, Lianto Bakery tidak hanya mengandalkan toko fisik, tetapi juga berinovasi dengan platform daring. Melalui Instagram dan WhatsApp, Lianto Bakery melayani pre-order, pengiriman roti langsung ke pelanggan, serta menawarkan promo-promo menarik. Sistem pembayaran juga diperluas, menerima pembayaran cashless seperti e-wallet demi memudahkan transaksi.
Menu-menu baru terus dikembangkan, seperti roti sobek berisi krim, roti cokelat, cheese roll, dan berbagai kue kering yang selalu mendapat tanggapan positif dari pelanggan. Lianto juga menjaga komunikasi dengan pelanggan, menerima saran dan kritik demi meningkatkan kualitas produk serta layanan.
Lianto Bakery kini sudah menjadi lebih dari sekadar toko roti; ia menjadi bagian dari komunitas lokal. Banyak kegiatan sosial yang dilakukan, seperti berbagi roti gratis kepada anak yatim, mendukung acara seni dan budaya, serta memberikan pelatihan gratis kepada UMKM lokal yang ingin belajar usaha bakery.
Pada masa pandemi, Lianto Bakery menggagas program “Roti untuk Tenaga Medis” di mana setiap pembelian roti berkontribusi pada donasi roti ke rumah sakit dan puskesmas. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, menambah reputasi Lianto Bakery sebagai bisnis yang peduli dan bertanggung jawab sosial.
Kesuksesan Lianto tidak hanya diukur dari omzet dan pertumbuhan toko, tetapi juga dari kemampuan untuk menginspirasi pelaku usaha muda di Kepulauan Riau. Banyak generasi muda yang belajar dari dedikasi Lianto dalam membangun usaha dari nol, menghadapi tantangan dengan optimisme, serta tetap menjaga nilai-nilai keluarga dan budaya lokal.
Lianto sering diundang menjadi pembicara seminar kewirausahaan serta menjadi mentor bagi pebisnis bakery baru. Ia percaya bahwa berbagi ilmu dan pengalaman adalah investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di daerahnya.
Lianto dan Lianto Bakery adalah bukti bahwa dengan semangat, inovasi, serta dedikasi, siapa pun bisa meraih sukses bahkan dari usaha kecil. Dari dapur sederhana di Tanjung Pinang, Lianto telah mengubah usaha bakery-nya menjadi merek lokal yang disegani dan dicintai masyarakat Kepulauan Riau. Kisah ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi banyak orang, khususnya para pelaku usaha yang ingin memulai bisnis dengan tekad kuat dan pantang menyerah.
Ke depannya, Lianto berencana untuk memperluas cabang bakery ke beberapa daerah lain di Kepulauan Riau dan terus berinovasi agar bisa menjadi oleh-oleh khas yang membanggakan daerah. Kisah sukses Lianto akan selalu dikenang sebagai pelajaran berharga bahwa mimpi bisa terwujud selama kita berani mengambil langkah dan konsisten menjalani prosesnya.