Kisah sukses sering kali bermula dari mimpi sederhana yang kemudian diwujudkan dengan kerja keras, inovasi, dan kepercayaan diri yang kuat. Dalam dunia usaha percetakan di Kepulauan Riau, nama Indri Saputra dan Saputra Batam Print telah menjelma menjadi cerita inspiratif yang layak dijadikan teladan.
Perjalanan mereka dari awal yang penuh tantangan hingga menjadi pemilik Batam Print, salah satu percetakan terkemuka di wilayah Kepulauan Riau, adalah bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah dapat mengubah hidup seseorang dan memberi dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya.
Indri Saputra merupakan anak muda asal Batam yang sejak kecil telah menunjukkan ketertarikan di bidang desain grafis. Ia terinspirasi dari ayahnya yang hobi menggambar dan sering membuat brosur untuk acara kampung. Ketika Indri menginjak bangku SMA, ia mulai mempelajari software desain grafis secara otodidak. Meskipun fasilitas yang tersedia sangat terbatas, Indri tetap tekun belajar dengan komputer sederhana yang dimiliki keluarganya.
Tahun 2012 menjadi titik awal bagi Indri Saputra untuk memulai usaha percetakan. Bersama saudaranya, Saputra, mereka membuka toko kecil di kawasan Nagoya, Batam. Modal awal yang terbatas tidak menyurutkan semangat mereka. Mereka memulai dengan menyediakan jasa print dokumen, cetak undangan, dan kartu nama. Awal usaha dipenuhi tantangan, mulai dari sedikitnya pelanggan hingga peralatan yang belum mumpuni. Namun, tekad mereka untuk maju sangat kuat.
Tahun-tahun awal usaha berjalan dengan penuh perjuangan. Banyak print shop lain yang sudah mapan menjadi pesaing mereka. Namun lewat layanan yang cepat, hasil cetak berkualitas, dan harga yang terjangkau, Batam Print mulai dikenal. Indri dan Saputra juga selalu mengutamakan pendekatan personal kepada pelanggan, sehingga banyak pelanggan merasa dihargai dan akhirnya menjadi loyal.
Salah satu tantangan terbesar adalah masalah teknis dan operasional. Peralatan sering rusak, tinta cepat habis, bahkan pernah hampir kehilangan order besar karena mesin bermasalah. Namun Indri dan Saputra tidak menyerah, mereka mencari solusi dengan meminjam peralatan dari percetakan lain serta belajar cara memperbaiki mesin sendiri lewat internet dan forum daring.
Tidak puas hanya dengan jasa printing dokumen, Batam Print terus berinovasi. Pada tahun 2015, mereka mulai menawarkan jasa cetak merchandise seperti kaos, mug, dan kalender. Layanan desain custom juga menjadi nilai tambah yang membuat Batam Print berbeda dari kompetitor. Selain itu, mereka mengembangkan pemesanan secara online melalui website dan sosial media, sehingga pelanggan dari luar Batam pun dapat memesan produk dengan mudah.
Keputusan untuk berinovasi terbukti menjadi langkah yang tepat. Permintaan semakin meningkat, terutama dari perusahaan dan sekolah-sekolah di Kepulauan Riau yang membutuhkan produk dan jasa percetakan dengan kualitas terbaik. Batam Print pun tumbuh menjadi usaha berskala menengah dengan karyawan lebih dari 20 orang, melayani permintaan dari seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Berkat kerja keras dan inovasi, Batam Print mendapatkan sejumlah penghargaan dari pemerintah daerah sebagai usaha kreatif dan UMKM dengan pertumbuhan tercepat. Selain itu, Indri Saputra pernah menjadi narasumber pada seminar kewirausahaan, menyemangati generasi muda untuk berani berwirausaha.
Beberapa pencapaian Batam Print yang patut dibanggakan antara lain:
Kesuksesan Batam Print tidak hanya sebatas pencapaian bisnis, namun juga pada nilai-nilai yang dipegang teguh oleh Indri Saputra dan Saputra. Mereka selalu menjunjung tinggi kejujuran, integritas, serta pelayanan yang ramah. Setiap pelanggan dianggap mitra, bukan hanya sumber keuntungan semata.
Selain itu, Indri dan Saputra percaya bahwa kerja tim merupakan kunci utama. Mereka selalu melibatkan seluruh karyawan dalam pengambilan keputusan penting, serta membuka peluang berkembang bagi setiap anggota tim.
Usaha Batam Print telah memberi banyak manfaat bagi masyarakat di Kepulauan Riau. Selain membuka lapangan kerja bagi anak muda, Batam Print juga berkontribusi dalam kegiatan sosial seperti donasi untuk korban bencana, program pelatihan wirausaha, dan pembuatan banner gratis untuk kegiatan sosial masyarakat.
Komitmen mereka untuk berbagi ilmu juga terlihat dari kegiatan rutin pelatihan desain grafis dan printing. Banyak pelajar dan mahasiswa yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah keterampilan, sehingga bisa lebih siap menghadapi dunia kerja.
Dalam banyak kesempatan, Indri dan Saputra sering membagikan tips bagi siapa saja yang ingin memulai usaha, khususnya di bidang kreatif:
Indri Saputra dan Saputra tidak hanya berhenti pada pencapaian di Batam Print. Mereka memiliki keinginan untuk terus mengembangkan bisnis, memperluas jaringan, serta menambah variasi produk dan layanan. Rencana ke depan adalah digitalisasi proses produksi serta membangun aplikasi pemesanan khusus untuk percetakan di Kepulauan Riau. Dengan demikian, proses pemesanan dan pengiriman dapat dilakukan secara lebih efisien dan transparan.
Mereka juga bercita-cita membuat Batam Print menjadi pusat pelatihan dan inkubator usaha percetakan bagi anak muda di Kepulauan Riau. Indri percaya bahwa dengan membuka peluang belajar dan berwirausaha, lebih banyak generasi muda yang akan terinspirasi dan mampu berdiri sendiri.
Kisah Indri Saputra dan Saputra bersama Batam Print menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak lahir secara instan. Kerja keras, inovasi, dan niat tulus untuk membantu orang lain adalah pondasi utama yang membawa mereka mencapai puncak kesuksesan.
Bagi masyarakat Kepulauan Riau khususnya, Batam Print bukan hanya sebuah usaha percetakan, melainkan sumber inspirasi dan harapan. Semoga kisah Indri Saputra dan Saputra dapat terus memberi motivasi bagi setiap orang yang ingin membangun bisnis dan meraih mimpi.